RSS

Berubah Itu Mudah

20 Sep

Bulan ramadhan lalu, saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat, yang ternyata dia sedang menulis sebuah buku yang cukup menarik judulnya. “Berubah Itu Mudah”, judul yang simpel, ringan dan sangat mudah dipahami tanpa kita perlu berpikir mendalam (Walaupun samapai sekarang saya belum pernah membaca bukunya, baru mendengar judulnya saja 🙂 ). Terinspirasi hal itu, hasil sharing dari beberapa orang teman, dan pengalaman pribadi, saya jadi tertarik juga untuk coba sedikit menulis tentang perubahan, “Karena Dewasa adalah sebuah pilihan & Perubahan adalah sebuah Kebutuhan”  .

Ya.. Berubah itu memang mudah.. Yang di butuhkan hanyalah sebuah niat dan atau keadaan (momen) yang benar-benar membuat jiwa kita merasa tergoncang hebat yang kemudian memaksa kita untuk melakukan sebuah penggantian cara hidup dan pola pikir baru menggantikan cara atau pola yang lama. Keadaan seperti ini tidak selalu identik dengan keadaan yang sangat menderita, cobaan yang berat, dsb. Tapi bisa juga suatu keadaan dimana kita sedang dalam puncak kesenangan atau kenikmatan yang membuat kita benar-benar bahagia, yang membuat kita jiwa kita tersadar bahwa semuanya ini merupakan nikmat Karunia Allah SWT.

Saya coba mengambil sebuah contoh ada seorang remaja yang hidup dalam keluarga yang broken home. Dalam keadaan yang mungkin bagi si remaja tersebut belum siap untuk menghadapinya. Dimana dia harus dihadapkan dengan pertengkaran dan permusuhan yang dilihatnya sendiri dari orang tua remaja tersebut. Dengan usia yang masih muda, belum bisa memahami dengan baik apa yang sedang terjadi apalagi mencari solusi, tentu saja hal ini membuat si remaja merasa tergoncang jiwanya. Si remaja akan berusaha mencari jalan keluar dari ketergoncangan tersebut, dia akan keluar dari kehidupannya yang lama, mencari kehidupan baru yang tentunya dia inginkan akan membuatnya merasa lebih nyaman.

Dari sini lah permasalahan perubahan itu dimulai. Ada dua opsi yang akan jadi pilihan si remaja, menjadi lebih baik..atau lebih buruk. Ya…cuma 2 itu.

Ketika si remaja dalam titik seperti itu, lalu dia mencoba mencari jalan untuk mencari kenyamanan dengan mendatangi bar, diskotik atau tempat clubbing, yang mungkin bagi sebagian orang itu adalah tempat yang tepat untuk menghilangkan penat, masalah, n have fun. Minuman keras kemudian menjadi sahabatnya… Kehidupan malam pun menjadi urat nadinya.

Ya…si remaja berubah…si remaja merasa hidup lebih baik daripada kehidupan sebelumnya yang hanya membuat dia tertekan melihat orang tuanya saling bermusuhan satu sama lain. Si remaja merasakan semua tekanan itu telah hilang… Hilang bersama minuman keras dan kehidupan malam.

Jalan yang ditempuh si remaja adalah jalan perubahan… Jalan yang merubah cara hidup dan pola pikir si remaja…akan tetapi.. Bukan membuatnya untuk berubah menjadi lebih baik..bahkan malah menjadikannya lebih buruk.

Akan berbeda ketika si remaja, ketika dia ada dalam titik goncangan tadi, dia mendatangi masjid, mengikuti pengajian, konsultasi dengan orang-orang yang baik ahlak, iman dan taqwanya, memperdalam ajaran agama, dll. Pada akhirnya si remaja akan lebih banyak mendekatkan diri ke pada Allah SWT, Dzat Maha Kuasa yang tidak akan membiarkan remaja ini sendiri dalam ketergoncangannya.

Seperti jalan yang pertama tadi, dalam jalan yang kedua ini, si remaja akan mengalami perubahan juga. Dia akan menjadi remaja yang lebih tenang, sabar, paham akan agama, menyerahkan semua urusan ke tangan Dzat Yang Maha Agung. Dan jika si remaja dalam keadaan seperti ini, maka pertolongan-Nya akan datang. Tidak akan menjadi masalah, seberat apapun masalah yang terjadi pada keluarga si remaja, Jika Allah berkehendak…Kun faya kun….maka selesailah semuanya.

Kembali lagi, bahwa ternyata berubah itu mudah memang..bahkan seorang remaja pun akan dengan mudah melakukan hal itu. Hanya saja…mau berubah menjadi apa kita?

Kita tau sekarang, apapun cobaan yang kita alami, baik cobaan kesusahan atau cobaan kesenangan. Yang pada akhirnya membuat jiwa kita tergoncang… kita akan dihadapkan akan 2 pilihan tadi. Menjadi lebih baik atau burukkah kita setelahnya.

Yang perlu kita yakini, adalah ketika kita sedang berada dalam cobaan. Akan selalu ada pertolongan dan petunjuk Allah di depan kita. Hanya saja apakah kita bisa melihat, memilih atau kalau menurut bahasa sahabat saya, apakah kita bisa “ngeh” dengan jalan pertolongan dan petunjuk Allah tersebut.

Ketika Allah menjatuhkan kita ke dalam lereng jurang (permasalahan / cobaan), kita harus pahami bahwa…tujuan Allah bukan untuk membuat kita sengsara, tapi untuk membuat kita kembali mengingat-Nya, kembali ke jalan yang diridhoi-Nya, karena mungkin sebelumnya kita terlalu lalai untuk hanya sekedar mengingat atau melenceng dari jalan yang diridhoi Dzat Yang Maha Kuasa tersebut.

Ketika kita berada dalam lereng jurang tadi, Allah pasti sudah menyiapkan tali penolong, yang bisa kita gunakan untuk kita naik dan keluar dari lereng jurang tersebut. Hanya saja, bisakah kita melihat tali yang disiapkan itu tadi. Beberapa orang yang ketika sedang dalam cobaan tersebut berdoa, memohon ampun atas segala kesalahan kemudian bertaubat, dilanjutkan dengan memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah, Insya Allah mereka akan melihat dan mendapatkan tali penolong itu, mereka akan dengan mudah keluar dari lereng jurang dengan menggunakan tali tersebut..dan subhanallah..ketika mereka berhasil memanjat sampai ke atas, ternyata dihadapan mereka sudah disiapkan berbagai hadiah luar biasa yang disediakan Allah karena mereka bisa menyelesaikan ujian dari-Nya dan kembali ke dalam keridhoan-Nya. Akan tetapi, beberapa orang bukannya melihat tali tersebut, malah mereka melihat jalan lain yang mungkin menurut mereka jalan tersebut bisa dilewati, dengan percaya diri tanpa sadar akan kesalahannya, tanpa meminta pertolongan atau petunjuk dari-Nya, mereka mencari jalan mereka sendiri. Dan ternyata..jalan yang mereka pilih dengan sombong dan percaya diri tersebut ternyata rapuh dan akhirnya malah membuat mereka terperosok, jatuh ke jurang yang lebih dalam lagi. Dan tentu kita sudah bisa menebak, akan berakhir seperti apa mereka. Tapi, sekali lagi, Allah adalah Maha Pengampun, sedalam apapun mereka terperosok, jika mereka mau bertobat dan memohon pertolongan-Nya, tali penolong pun akan disiapkan untuk mereka gunakan.

Momen pengguncang jiwa seperti ketika kita dijatuhkan dalam lereng jurang tadi, yang membuat kita sadar bahwa kita harus berubah. Momen pengguncang jiwa ini adalah bentuk rasa kasih sayang Allah kepada kita umat-Nya, untuk mengingatkan kita akan tugas kita di dunia ini sebagai hamba-Nya. Sekali lagi yang harus kita ingat, adalah bahwa ketika kita sampai pada momen seperti itu, ingatlah selalu akan Allah SWT, taubat dan mintalah pertolongan. Insya Allah, kita akan dibimbing untuk memilih jalan perubahan yang diridhoi-Nya. Jalan yang akan membuat kita menjadi insan yang lebih baik lagi, insan yang lebih dekat kepada-Nya, insan yang mencintai-Nya dan Rasul-Nya lebih dari apapun di dunia ini.

Berubah itu memang mudah…. Tidak perlu dengan menunggu momen-momen penggoncang jiwa pun sebenarnya kita juga bisa berubah.. asalkan kita punya niat dan senantiasa memohon petunjuk dan pertolongann-Nya. Walaupun pada kenyataannya memang banyak manusia yang membutuhkan momen-momen pengguncang jiwa tadi untuk mencapai suatu perubahan.

Berubah itu mudah. Berubah menjadi lebih baik, lebih mudah daripada untuk berubah menjadi lebih buruk. Asal kita tau caranya

Semoga Bermanfaat,

Salam

 
Leave a comment

Posted by on 20 September 2010 in Life

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: